Lovenay's Weblog

Nay Where Are You???

GADIS MANIS ITU “NAY”

Posted by lovenay pada April 6, 2008

Aku memiliki kenangan cinta yang sampai saat ini selalu terkenang-kenang dan selalu membayangi hidupku, yakni kepada seorang gadis cantik manis, seorang siswi sekolah swasta yakni Sekolah Darul Ulum di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Dia seorang gadis kerudung putih yang memberiku kesan sangat mendalam yang aku kenal 7 tahun lalu. Sekarang tahun 2008, berarti pada waktu itu adalah tahun 2001 aku mulai mengenalnya.

Ceritanya bermula ketika aku tamat sekolah menengah, kira-kira awal bulan Juli 2001. Karena tidak ada aktivitas setelah tamat sekolah aku disuruh kakakku Rika untuk membantu dia jualan di warung[1] sekolah Darul Ulum. Yah…dari pada tidak ada kegiatan sama sekali aku mau saja ikut membantu kakak. Sebenarnya aku dan teman-teman sudah mendaftar di perguruan tinggi, namun kelulusannya diumumkan tanggal 8 Agustus, artinya aku menunggu pengumuman sekitar satu bulan lamanya. Nah sementara menunggu ini aku ngisi waktu bantu-bantu kakak, yach bukan sekedar membantu tapi juga diberi upah, lumayan juga dapat makan wadai[2] dan uang yang cukup untuk main PS.

Kerjaanku pagi-pagi berangkat ke warung kemudian membuka dan menyusun bahan makanan kemudian sambil nunggu kakak datang aku juga sambil makan minum, juga membuatkan teh atau kopi kalau ada masyarakat yang mau makan minum, biasanya pagi-pagi memang banyak orang-orang yang nongkrong ngopi atau ngeteh di warung kakakku. Sebenarnya awalnya aku merasa malu untuk bantu-bantu di warung, tetapi dari pada tidak ada kegiatan sama sekali dan bikin suntuk, mending ikut membantu kakak saja, lagi pula bisa lihat-lihat anak-anak cewe sekolah, biar semangat!!!. Kakakku biasanya jam setengah delapan baru datang. Aku biasanya membantu kakak sampai jam setengah sebelasan, karena saat itu siswa-siswi lagi istirahat pertama, saat-saatnya lapar, jadi banyak yang makan-minum ke warung kakakku. Baru setelah siswa-siswi masuk kelas, biasanya aku pulang, selesai pekerjaan membantu kakak. Istirahat kedua kakakku biasanya dibantu oleh kakakku Ely untuk melayani siswa-siswi yang makan minum.

Setelah beberapa hari aku membantu di warung, aku mulai mengenali siswa-siswi Darul Ulum yang sering makan minum ke warung kakakku. Memang kebanyakan perempuan yang sering makan minum, orangnya lumayan-lumayan menurutku. Suatu saat ketika aku juga pernah mendengar kakakku Rika ngobrol sama kakakku Ely membicarakan bahwa di sekolah Darul Ulum ini ada perempuan yang lebih cantik dari yang lainnya. Aku pun bertanya-tanya dalam hati apa benar ada siswi seperti itu.

Beberapa hari selanjutnya, seperti biasa saat istirahat pertama aku dan kakakku sibuk melayani siswa-siswi yang makan-minum, terlintas aku melihat ada seorang siswi cantik lewat dimuka warung kakakku, dia tidak singgah untuk makan-minum, namun hanya lewat sama teman-temannya, pikirku mungkin dia makan-minum di warung yang lain. Mungkin juga siswi cantik itu lah yang dimaksud kakakku kemaren. Dia hanya lewat saja, akupun terus bekerja.

Besok harinya, saat istirahat pertama, sambil membantu kakak aku sambil melihat-lihat ke jalan. Siapa tahu siswi yang cantik itu lewat lagi. Eh ternyata benar, dia kembali lewat di muka warung, kuperhatikan dia memang cantik sekali, eh aku lebih suka menyebutnya manis sekali. Dia lewat sambil melihat ke arah warung, pikirku mungkin dia melihat aku hehehe. Karena aku orang baru yang lagi bantu-bantu dan satu-satunya laki-laki di warung, karena yang lain termasuk siswa yang makan cuma perempuan saja, kataku dalam hati. Tetapi kali inipun cewe manis itu, masih lewat saja sama teman-temannya, mungkin sudah ada warung langganannya.

Keesokan harinya. Dia kelihatan lagi seperti biasa, aku pikir mungkin dia dan teman-temannya makan minum di warung lainnya. Ehhhh….ternyata dia melangkah semakin mendekat dan….ternyata gadis manis dan teman-temannya singgah diwarung kakakku, wahh…tumben yang sangat baik nih. “kak ulun air es sama Mie Sakura Goreng lah” ucapnya. Kemudian kakakku memasak Mie Sakura dan aku disuruh kakakku membuat air es cangkir besar. Kebanyakan siswi-siswi memang suka air es dan makan mie saat istirahat. Nah untuk pertama kalinya gadis manis itu makan minum di warung kakakku dan aku bisa melihatnya lebih dekat lagi. Aku sambil melirik lagi, dia ternyata memang benar-benar manis orangnya, lebih manis dari semua cewe yang pernah aku lihat. Walaupun sekali-sekali aku sambil melirik, tapi bersikap biasa-biasa saja, tanpa membikin curiga siswi-siswi itu. Kulihat gadis manis itu sambil bicara sama teman-temannya saat makan. Ting..ting..ting bel pun berbunyi 15 menit tak terasa siswa-siswi pun bergegas membayar uang dan mulai masuk ke sekolah lagi. Aku pun membersihkan bekas makan minum siswa-siswi tadi. Setelah beres-beres aku pun pulang ke rumah. Entah kenapa hatiku terasa senang hari ini.

Keesokan harinya, entah kenapa…hari terasa cerah bagiku. Dengan semangat tanpa rasa malas aku ke warung seperti biasa (padahal biasanya hatiku sangat malas, enakan nonton tv atau main game PS). Nah bel bunyi istirahat pertama berbunyi, aku bisa melihat gadis manis lagi..hehehe.. anak-anak sekolah mulai berdatangan di warung, sebentar lagi si gadis manis juga akan kelihatan, eh benar..tuch dia sudah berjalan sama teman-temannya, wah senangnya. O oww…dia nggak singgah… cuma lewat saja, duuh mungkin ke warung lainnya. Yaaa….sayang gak bisa liat lebih dekat nich, Haripun terasa mendung dihati. Sampai dirumah aku sekali-sekali teringat gadis manis itu, tadi cuman bisa liat dia lewat saja, mungkin dia cuma coba-coba saja di warung kakakku huuuh…

Keesokan harinya lagi aku tetap seperti biasa bantu-bantu kakak, waktu yang paling kutunggu adalah saat bel istirahat pertama berbunyi. Nah sudah berbunyi, tapi singgah nggak yaa??? Ahh kok aku terlalu memikirkan nich, peduli amat!!!. Terserahnya dong, mungkin saja dia di warung lain. Eh dia kelihatan lagi nich, aku sambil sibuk aja. Wah…gadis manis ke warung kakak lagi nich, duuh senangnya. Dia pun pesan seperti sebelumnya, air es dan Mie Goreng. Emang siswa-siswi paling sering makan seperti itu, biasanya dicampur lapat[3]. Aku pun membuatkan siswi-siswi itu air teh atau air es. Si gadis manis aku buatkan air es. Wah dia datang sendiri mau ngambil air es-nya, aku pun memberikan air es, dia menyambut dengan tangannya, duuh dia mengambil tak sengaja tersentuh tanganku, waah…tak sengaja hehehehe. Masya Allah aku tak menyangka bisa melihat si gadis manis lebih dekat lagi, cuma ½ meter jaraknya. Wajahnya putih bersih. Dia duduk di bagian luar sama teman-temannya, jadi bisa terlihat dari tempatku. Kuperhatikan wajahnya memang manis dari pada teman-temannya, padahal teman-temannya juga manis-manis. Teman-temannya ada yang lebih tinggi, ada yang sedikit gendut. Kalau dia terlihat sedang-sedang saja, tidak rendah tapi juga tidak terlalu tinggi, tidak gendut tapi juga tidak kurus. Ting-ting-ting…yaa bel berbunyi lagi hehehe.

Keesokan harinya, setelah bel berbunyi siap-siap lagi nich. Tapi sayang lagi, dia cuma lewat saja seperti kemaren. Eh kayaknya dia gantian tempat. Memang benar setelah beberapa hari aku memperhatikan, sehari di warung kakakku besoknya di lain, begitu seterusnya, yaa nggak papa. Seperti itu lah keadaannya, tapi setiap dia makan minum di warung kakakku, aku bisa melihat dan memperhatikannya dengan jelas. Dan yang membuat aku senang, setiap kalinya dia selalu datang mengambil air es langsung dariku dan jemarinyapun selalu tersentuh dengan jemariku. Aku pun bingung sendiri, dia sengaja atau tidak ya? Sepertinya memang disengaja menyentuhkan jemarinya padaku hehehehe jadi GeEr. Saat dia sambil bicara sama teman-temannya aku sambil memperhatikan lebih jauh, dan semakin hari aku dapat mengetahui sedikit-demi sedikit sampai suatu ketika, pada hari sabtu dia pun makan minum di warung. Aku pun seperti biasa menyediakan air es untuknya, dan jemarinyapun menyentuh tanganku lagi..sssst…seperti memberi tanda sesuatu…mungkin kalau boleh kuartikan jemarinya berkata “hai kak, salam kenal yach….kita kenalan yuuk…” Hehehehe….

Sentuhan jemarinya benar-benar membuatku senang, walaupun aku sudah menduga dan menurut dugaanku dia memang bersengaja untuk menyentuhkan jemarinya membelai tanganku, karena caranya sama seperti biasa. Menurutku dia juga tahu bahwa aku senang disentuhnya. Kejadian yang berulang-ulang seperti membuatku akrab dengannya, walaupun tidak pernah bertegur sapa, tapi jemariku dan jemarinya sudah akrab dan bersahabat duluan.

Sambil menunggu selesai siswa-siswi makan minum aku pun duduk di belakang bagian tengah yang bertepatan garis lurus 180 derajat dengan gadis manis itu, aku juga sambil makan-minum. Aku senang makan wadai lamang dan membuat minuman es sirup bercampur tapei yang diaduk, seperti es juice manual. Sambil makan minum aku sekali-sekali mencuri pandangan kepada gadis dimukaku ini, kami hanya terhalang tempat kue-kue yang berlapis kaca tembus, jadi bisa melihat lebih dekat. Sambil cuek-cuek aku pun mulai tahu nama panggilannya, ketika temannya memanggilnya “Yani”. Oooo nama panggilannya Yani nama ini, seperti panah yang melesat sangat cepat menancap diingatan dan dihatiku, dan ada sesuatu dalam hatiku yang selalu memanggil-manggil nama ini. Kenapa yaa…??? Sambil minum aku curi pandang, eh tak sengaja dia juga melihat aku, senangnya….^_^. Duuh sebentar lagi bel masuk mau berbunyi, padahal lagi enjoy-enjoynya situasi seperti ini, dia dan teman-temannya mulai membayar uang kepada kakakku, dan beranjak meninggalkan warung. Sambil berjalan tak berapa jauh (masih satu garis lurus dengan posisiku duduk yang sedang melihat terlapis kaca warung) dan…dia….dia berpaling sejenak menatap mengarahku, aku merasa mataku dan matanya bertemu agak lama, aku seperti mau kebablasan salah tingkah, tapi aku seperti terhipnotis tak berdaya, mataku juga tak mau menghentikan pertemuan pandangan ini, raut wajahnya seperti mengungkapkan sesuatu, dia bertingkah seperti berhias dicermin mataku, aku pun terpana, ada sesuatu yang sejuk berdesir masuk ke relung hatiku. Oh seandainya dia…. Setelah itu dia berpaling lagi dan berjalan bersama teman-temannya. Aku masih terpesona dengan kejadian tadi, apa benar dia menatapku selama tadi, atau…atau cuma bercermin di kaca warung…hatiku jadi ragu…tapi aku tetap sangat senang dengan kejadian tadi, hatiku berhusnulzan bahwa dia tadi memang menatapku dan bertingkah seperti berhias wajah dicermin, dicermin mataku… Setelah siswa-siswi masuk dan warung kakakku sudah ada orang lagi, aku mencoba meyakinkan lagi dengan kejadian tadi. Aku berjalan dan berdiri tepat dimana dia tadi berdiri mengarahku, kulihat kaca warung memantulkan aku terlihat kurang jelas, jadi pikirku kalau dia bercermin rasanya terlihat kurang jelas, jadi…..???? ^_^

Setelah aku pulang ke rumah, aku terus memikirkan kejadian tadi, pengalaman tadi sangat berkesan dihatiku, dan aku semakin sering memikirkannya, memikirkan pandangan tadi dan memikirkan wajahnya. Tapi aneh, aku sering sulit untuk membayangkan wajahnya yang manis, mungkin imajinasiku masih kalah dengan kecantikan aslinya. Aku benar-benar sulit membayangkannya kecantikannya, mungkin aku harus melihatnya lagi.

 

“Kuperhatikan dia dan kudapatkan keindahan yang membuatku kagum…

Wajahmu sangat manis melebihi manisnya madu

Membuatku ingin menatap lebih dalam

Hidungmu mancung bagaikan pedang yang terhunus

Membuat jemariku gatal ingin menyentuh

Gigimu indah bagaikan untaian mutiara yang tersusun rapi

Membuatku ingin meletakkan anggur dimulutmu

Mata yang jeli dan lirikan bagaikan permata yang menyilaukan

Membuatku ingin berpapasan dalam setiap pandangan

Mulut yang mungil dan bibir yang tipis bagaikan ukiran pelangi

Membuatku ingin memperhatikan setiap ucapan bibirmu

Kemanisanmu semakin sempurna ditemani tahi lalat manis

Terukir di samping kanan bibir bawah mungilmu

Kuperhatikan bagaimana dirimu mengunyah makanan

Kuperhatikan bagaimana dirimu mengecup gelas untuk minum

Sungguh membuatku melayang-layang dibawa angin rindu.

 

Hari-hari selanjutnya begitu semakin indah kurasa, betapa tidak setelah kejadian tersebut, ternyata gadis manis yang dipanggil namanya Yani itu, hari berikut-berikutnya selalu datang, dia tidak bahalat hari[4] lagi untuk makan-minum di warung. Hari minggu, senin, selasa, rabu, kamis, dan sabtu (kecuali jum’at hari libur sekolahnya) dia selalu stanby saat istirahat pertama dan aku pun bisa melihat setiap hari. Aku juga bertanya dihati “apakah karena kejadian kemarin itu” yang membuatnya setiap hari datang kesini, ahh..aku tak tau…” yang pastinya hatiku sangat senang dan perasaan sebagai lelaki mulai tumbuh kepadanya, walaupun masih dalam hati saja. Aku mulai tau, ternyata dia kelas 2 Tsanawiyah, dulunya aku mengira dia kelas tiga, ternyata lebih muda lagi. Kuhitung-hitung aku baru tamat SMA dan dia kelas dua tsanawiyah, berarti aku dan dia berbeda umur 5 tahunan. Apa tidak terlalu jauh kalau dia dan aku … ??? biasanya orang pacaran paling-paling beda umur 1 – 2 tahunan saja, apa aku pantas memiliki perasaan kepadanya??? Ahh…aku tidak tahu, tapi aku semakin suka dengannya, pantas tidak pantas perasaanku tidak bisa disalahkan. Allah telah memasukkan perasaan suka kepadanya, dan perasaan ini semakin hari-semakin besar, setiap hari aku selalu melamunkan dia. Lagu-lagu cinta pop Malaysia pun sering aku alunkan untuk mengenangnya. Seperti lagu Sting “entah mengapa hatiku tak menentu, apakah artinya, aku tak tahu, mengapa aku rindu, ingin ku curah tetapi rasa malu, cobalah engkau mengerti isi hatiku, di dalam diam aku mencintaimu…” lagu seperti ini sangat serasi dengan perasaanku.

Aku mulai memikirkan bagaimana supaya aku bisa berkenalan dengannya, tapi dimana dan bagaimana caranya???. Aku merasa susah, kalau melihatnya di warung aku bisa, tetapi kalau sampai berbicara pasti sangat susah, lidahku akan kaku,. Memang kalau tidak melihatnya aku sangat rindu dan berniat untuk berkenalan dengannya, tetapi ketika bertemu aku merasa sangat tidak pede, apalagi kalau melihat beda umur, bisa diketawain orang. Aku hanya bersikap cuek bebek, walaupun sangat senang berjumpa dan bisa sambil memperhatikannya. Seperti kata pepatah “Cinta itu bila tak jumpa sangat rindu dan ingin bertemu, tetapi bila bertemu malu”. Aku terus memikirkan bagaimana bisa berkenalan tanpa tanpa rencana, maksudnya seolah-olah tanpa disengaja, yaa seperti tak sengaja bertemu kemudian terjadi percakapan…terus bisa kenalan, bisa gak???.

Suatu ketika, setelah istirahat pertama selesai, aku masih berada di warung kakakku sampai sekolah istirahat kedua, aku ingin mencoba melihat kira-kira dimana gadis manis itu saat istirahat kedua. Kemudian sambil berjalan pulang aku jalan belakang warung kakakku, melewati tepi sungai, karena dibelakang juga ada beberapa warung yang jualan seperti kakakku. Jadi siapa tahu, aku tahu dia ada dimana saat istirahat kedua, karena aku memperhatikan dia biasanya ke bagian belakang warung kakakku saat istirahat kedua. Aku pun berjalan santai, nah belum jauh melangkah ke arah belakang, aku terkejut tak menyangka seketika itu aku melihat dihadapanku gadis manis itu bersama satu temannya, habis dari belakang tepi sungai, aku sambil cuek dan menyimpan senang. Sekitar jarak sepuluh meter temannya kulihat menyenggol dia, dan kulihat dia tersenyum malu-malu dan semakin dekat kami berpapasan, jelas tampak wajahnya yang putih nampak kemerah-merahan merona tersenyum malu-malu dihadapanku. Aku sambil cuek dengan hati yang senang karena bertemu dan dapat melihat wajahnya yang kemerah-merahan tadi kemudian pulang ke rumah. Dengan berbodoh diri aku menanyakan dalam hati, kenapa yaa..dia tadi tersenyum? Apa karena berpapasan dengan aku??? Hehehehe…..^_^

 

“Ketika bertemu kulihat temanmu menyentil bahumu sambil meledek

Kulihat dirimu tersenyum dan salah tingkah karena malu-malu

Parasmu yang putih menjadi kemerah-merahan

Menggoda hati bagi mata yang memandang

Dalam hati kutanyakan, untuk siapa senyum manis kau tujukan???”

 

Hari-hariku semakin indah kurasakan atas kejadian yang terus-menerus membuatku bersemangat. Tentu saja karena setiap hari aku aku bisa melihatnya. Itu membuat rindu berbunga ceria. Perasaanku tidak akan enak kalau sehari tanpa melihatnya, memandangnya, memperhatikan gerak-geriknya.

 

“Begitu banyak gerak-gerikmu untuk dipuja, kecantikanmu takkan terbilang, dan kegelisahanku hanya satu”[5]

 

Kecuali hari jum’at, adalah membuat kegelisahan bagiku, karena hari itu adalah waktu libur sehari bagi Sekolah Darul Ulum yang membuatku tidak bisa melihat gadis manis itu. Tentu saja perasaan rindu dan merindu akan kurasakan, namun sebisa mungkin kuisi menguatkan hati dengan beramal ibadah, karena hari jum’at sangat baik untuk beribadah, berdzikir, membaca shalawat dan berdo’a. Karena hari jum’at adalah hari raya umat Islam setiap minggunya. Lagi pula hari jum’at sangat terasa singkat dari hari-hari lainnya, jadi ku sabarkan rinduku dengan beribadah kepada Allah. “Yaa Allah aku menyukainya dan kini hatiku semakin rindu kepadanya”.

 

“Puncak kelezatan bagi seorang pecinta, adalah ketika berjumpa dengan kekasih hatinya, dengan kerendahan diri, dengan tetesan air mata…”[6]

 

Setelah hari jum’at adalah hari-hari yang dinanti-nanti, artinya aku akan terus dapat melihatnya lagi. Kuakui hanya dengan melihatnya hatiku sudah merasa senang dan rinduku terobati. Aku semakin berkeinginan mengetahuinya lebih jauh, aku memperhatikan bagaimana pakaiannya, sepatunya gaya jilbabnya. Jilbabnya kadang bergaya seperti orang-orang biasanya. Dan juga kadang dengan gaya berikat dengan tali ke belakang, dan seperti itu dia terlihat lebih mempesona. Ketika dia berdiri kuperhatikan tingginya, kuukur batas kepalanya dengan melihat tiang disisi atas kepalanya saat dia membayar uang makan, setelah itu aku ukur dengan tinggiku dan kuketahui tingginya sampai dengan mulutku. Yaa… lumayan tinggi bagi gadis seumur dia.

Hatiku hari demi hari terisi dengan suka dan ceria melihat gadis manis dan tak terasa sudah hampir sebulan lamanya. Kusadari usahaku untuk bisa berkenalan dengannya masih belum berjalan, karena aku masih malu-malu. Padahal aku pun sendiri merasa jengkel terhadap sifatku yang malu-malu tidak berani untuk memulai berkenalan. Ini lah keadaanku yang membuatku tak berdaya. Padahal beberapa hari lagi aku akan ke Banjarmasin bersama teman untuk melihat pengumuman lulus atau tidak pendaftaran kuliah. Sebenarnya melihat di koran pun sudah bisa, tetapi alasannya kalau tidak lulus S1 bisa langsung mendaftar program D3 atau sekolah tinggi yang lain.

Hari rabu tanggal 8 Agustus 2001, pagi-pagi aku dan temanku berangkat menuju Banjarmasin untuk melihat langsung pengumuman di Rektorat Unlam. Sekitar jam 11.30 kami sampai juga. Di gerbang Unlam kulihat banyak orang menjual Koran B.Post (yang isinya daftar peserta yang lulus) dan menawarkan kepadaku, tapi aku malas membelinya. Kamipun terus melangkah menuju Rektorat secepatnya. Kulihat banyak orang bergerombol melihat-lihat papan pengumuman, kami mendekat juga ikut melihatnya. Aku mengurut daftar nama-nama yang terpampang sampai habis. Aku belum mendapati namaku. Mungkin aku terlalu cepat melihatnya dan mungkin ada yang terlewatkan, jadi kuulangi lagi. Kuurut nama-namanya sekali lagi dengan perlahan….dan….masya Allah ternyata namaku terpampang ada dipapan pengumuman, artinya aku lulus!!! Aku coba cocokkan nomor pendaftaranku, siapa tahu nama orang yang sama tapi bukan nomor urutku, ternyata memang benar-benar nama dan nomor urutku. Bukan main aku senangnya. Aku pun lantas bertanya kepada temanku, apakah dia juga lulus. Dia bilang tidak melihat namanya. Aku ikut membantu mencarikan namanya, tapi sayang….beberapa kali aku mencoba mengulangi membaca, tetapi nama temanku juga tidak terlihat. Artinya temanku tidak lulus. Dengan menjaga hati perasaan senangku aku tahan, kami kemudian beranjak ke Fakultas Ekonomi, untuk mendaftar program D3 Akuntansi. Setelah selesai kami pun langsung pulang lagi ke Kandangan. Sesampai di rumah aku sambil senyum-senyum santai. Keluargaku menanyakan apakah aku lulus pendaftaran kuliah??? Aku bilang “Yaa”, wah seisi rumah pun sangat gembira kegirangan mendengar kabar baik ini. Aku juga sangat bergembira dirumah, dan… terlintas aku teringat wajah gadis manis itu lagi, kegembiraanku langsung menyusut bercampur bingung. Aku akan tidak lama lagi disini, sebentar lagi aku akan beranjak ke Banjarmasin untuk kuliah, meninggalkan kota kelahiran tercinta, dan terlebih lagi…meninggalkan perjumpaan dengan seseorang yang selama ini mengisi hatiku. Yaa…Allah… takkan lama lagi aku akan meninggalkannya…

 

“perjumpaan ini terasa sangat singkat, sedangkan kata belum terucap”

 

Keesokan hari aku kembali ke warung, kusadari mungkin tinggal beberapa hari lagi aku bisa datang ke warung ini, perasaanku tidak menentu. Aku berfikir, aku harus bisa membuat gadis manis itu tahu bahwa aku akan kuliah, tapi tidak mungkin berbicara dengannya. Akhirnya…bel istirahat pertama berbunyi juga, dan gadis manis itu terlihat kembali. Sudah sehari aku tidak melihatnya karena ke Banjarmasin. Hatiku terasa gembira bisa menatapnya lagi. Seperti biasa, dia pun mengambil sendiri gelas air es dari tanganku. Ketika dia mendekat aku menatap lebih mendalam, “wajahmu tercipta sempurna”. Dia menunduk tak melihatku, namun jemarinya selalu tersentuh dengan jemariku, sengaja atau tidak sengaja….aku tak tahu. Saat itu, ada orang lain juga makan di warung. Dia tetangga kampung yang aku kenal. Namanya Andi. Dan juga, dia ternyata lulusan kuliah sama satu Fakultas yang akan aku tempati, bahkan jurusannya juga sama dengan jurusan yang akan aku masuki. Wah..kebetulan sekali, kebetulan yang sangat baik. Hemmm…. Tak kusangka kakakku bicara kepada Andi dan memberitahukan bahwa aku lulus pendaftaran kuliah Fakultas yang sama dengan dia. Kemudian dia bertanya-tanya dan juga memberitahukan bagaimana seluk-beluk tentang perkuliahan di Fakultas yang akan aku tempati. Pembicaraan kami juga didengar oleh siswa-siswi, yang artinya gadis manis itu juga mendengarnya. Kuperhatikan Gadis Manis itu terlihat memperhatikan pembicaraan kami, dan sekali-kali melihat aku. Dalam hatiku…Alhamdulillah akhirnya dia juga tahu aku akan kuliah, ini akan menjadi modal pandangan dirinya terhadapku, yang mana aku bukan sekedar pembantu kakakku di warung, tapi juga orang pintar, buktinya bisa kuliah hehehe suatu kebanggaan. Dan suatu kesempatan untuk menarik hati gadis manis itu, insya Allah.

Beberapa hari kemudian, waktuku semakin sedikit, takkan lama lagi aku akan berangkat ke Banjarmasin. Kegelisahanpun semakin terasa dihatiku, walaupun hatiku gembira dengan lulusnya kuliah, tapi hatiku juga terasa sedih akan meninggalkan seseorang, yang walaupun sampai saat ini belum bisa dan tidak berani mengungkapkan perasaanku, atau paling tidak bisa berkenalan dengannya. Alasan ketidakberanianku mungkin lebih disebabkan oleh perbedaan umur antara aku dan dia atau mungkin memang watak pribadiku yang malu untuk mengungkapkannya. Sikap kampunganku ini hanya berani menatap saja, bersikap cuek saat melihatnya atau berpapasan dengannya dan merindui bila tidak berjumpa. Ohhh…keadaanku seperti ini. 

Hari keberangkatanku pun tiba, artinya aku tidak akan bisa lagi melihatnya, aku akan terpisah dengannya, aduhai…betapa sedihnya hati ini, tak bisa menatap Gadis Manis Kerudung Putih lagi. 

 

“Duhai gadis manis pujaan hatiku

sebentar lagi aku akan terpisah denganmu

mata ini akan terpisah dengan pandanganmu

tangan ini akan terpisah dari sentuhanmu,

dirimu akan kurindukan ….

 Aku mencoba membesarkan hati, aku berusaha berpikir positif. Aku meyakinkan diriku bahwa aku masih bisa untuk melihatnya kembali dan mungkin bisa berkenalan dengannya suatu kelak. Aku berpikir bahwa aku bisa dalam satu bulan untuk pulang kampung dan ke warung untuk melihat dia. Dan yang tak kalah penting, aku juga berpikir, aku akan selalu ingat kepada gadis manis itu dan bercita-cita paling lambat saat aku lulus kuliah, dia masih kelas tiga dan aku akan mencarinya dan akan mengungkapkan perasaanku selama ini.

 Aku pun berangkat kuliah dan memulai kehidupan baru di Kota Banjarmasin. Dan aku selalu mengingat Gadis Manis itu disetiap hariku.

Yaa..Allah selama ulun kuliah ini, jagalah dia, peliharalah dia dengan kebaikan, jadikanlah dia wanita shalehah, jadikanlah dia sebagai istriku kelak. Amien… 

      

Di Banjarmasin pun selama kuliah aku selalu teringat dengan kemanisan gadis itu, bagiku orang-orang dikampus tidak ada yang mengalahkan kecantikannya. Untuk mengenangnya aku biasanya membuat puisi dalam buku kecil tentang perasaan rindu ini. Hari berganti hari, aku juga ada pulang kampung dan ke warung kakakku, tetapi sayang dia tidak ada, entah kenapa, hatiku jadi sedih. Begitupun hari-hari berikutnya aku datang ke warung, dia masih tidak ada. Mungkin dia ke warung lain. Atau karena tidak ada aku kale…jadi dia tidak singgah, pikirku membesarkan diri hehehe. Aku mencoba berusaha melihat-lihat dimana dia saat istirahat. Suatu ketika aku ikut nongkrong sama teman-teman satu kampung dan saling bicara dan cerita tentang keadaan perkuliahan. Saat itu siswa-siswa juga sudah istirahat, aku berusaha melihat-lihat cewe-cewenya di jalan, siapa tahu ada. Tapi tidak kelihatan juga si manis itu. Akupun sambil terus nongkrong. Tak lama kemudian, aku melihat ada dua orang cewe habis datang dari warung dekat kami nongkrong. Warung itu buka sekali seminggu, warung untuk amal mesjid. Ternyata mereka adalah gadis manis dan satu temannya, wahh betapa gembiranya hatiku. Kulihat mereka sedang berbicara melihat aku, (aku yakin) sepertinya membicarakan aku. Mereka menatap aku, terus sambil berjalan menuju sekolah. Aku pun terus memperhatikannya. Tidak begitu jauh mereka berjalan, kulihat…gadis manis itu berbalik sejenak dan menatap aku. Aku pun menatapnya dengan perasaan senang. Dia berbalik untuk menatapku lagi. Yaa Allah apa artinya ini, apa maksudnya sehingga dia menoleh berbalik untuk melihatku lagi. Seandainya saat itu aku memberanikan diri, sangat baik sekali untuk melambaikan tangan untuk menyapanya dan berjalan ke arahnya untuk berkenalan. Tetapi aku tidak ada keberanian saat itu. Yaa Allah semoga sikapnya yang bersengaja berpaling untuk menatapku, itu adalah sinyal perasaan sukanya kepadaku. Amien..amien.

Dengan melihat sikapnya seperti tadi aku meyakinkan diriku bahwa dia juga memiliki perasaan kepadaku, karena menurut orang, apabila cewe menoleh untuk kedua kalinya, itu pertanda ada perasaan dihatinya. Jika seseorang tidak menoleh lagi, berarti memang tidak ada rasa dihatinya. Aku pun kembali ke Banjarmasin setelah tiga hari di kampung. Seingatku itu lah terakhir kali aku melihatnya, kenangan yang takkan kulupakan seumur hidupku. Setiap hal yang berhubungan dengan cewe dan cinta aku selalu teringat kepadanya.

Hari demi hari bulan demi bulan tak terasa aku sudah bertahun-tahun kuliah. Keadaanku pasang surut, godaan dikampus mulai terasa. Aku juga sempat menyukai cewe anak kampus. Tapi anehnya tipe orang yang kusukai itu mirip dengan tipe si gadis manis itu, manis dan berjilbab. Namun dalam hatiku gadis manis yang panggilannya Yani itu, jauh lebih cantik dan manis dari pada cewe-cewe di kampus. Jadi kesukaanku kepada gadis manis pujaan takkan terkalahkan, pikirku. Aku juga sering cerita kepada teman-temanku bahwa aku pernah memiliki gadis pujaan di kampung yang sangat manis. Aku juga menceritakan, kalau dimiripkan dengan orang lain, kemanisannya mirip dengan artis Chelsea. Ceritanya saat aku pertama kali melihat Chelsea di TV saat film Cincin, aku langsung heran, kok Chelsea sangat mirip dengan gadis manis pujaanku itu, wah sangat mirip, terus ku sms teman-temanku bahwa gadis manis yang pernah aku ceritakan itu mirip dengan Chelsea. Aku pun selanjutnya suka melihat Chelsea dan mengoleksi foto-fotonya, karena dia mirip sekali..hehehehee… Keadaan terus berlanjut,di kampus aku sibuk dengan organisasi.

Hari berganti hari, awal tahun 2006, tak terasa aku hampir selesai kuliah, aku tinggal menyelesaikan skripsiku. Nah…kupikir pertengahan 2006 ini, pasti si Gadis manis itu akan tamat sekolah, aku harus mencari tahu keadaannya. Di saat pulkam[7] aku berusaha melihat-lihat berjalan-jalan di sekitar sekolahnya, siapa tahu bisa bertemu dengannya. Saat itu aku merasa sudah berani untuk berkenalan dengannya, bila bertemu. Aku lihat-lihat cewe-cewe yang berjalan-jalan istirahat, tidak ada aku melihat dirinya juga. Keesokannya aku memfotokopi ijasah dan akta kelahiran bermaksud sambil melihat-lihat. Siapa tahu dia juga melihatku, mungkin akan bisa berkenalan. Tetapi usahaku gagal lagi, dia tidak kelihatan. Pikirku, mengapa dia tidak ada. Padahal sekarang dia pasti sudah kelas tiga dan akan menghadapi ujian. Aku berusaha dengan berbagai cara supaya bisa melihatnya, sampai-sampai ada ide untuk bertanya kepada siswa-siswi sekolah itu untuk menanyakan keberadaannya. Aku ada ide…aku sambil beli pulsa dekat sekolah Darul Ulum dan melihat-lihat nomor-nomor pembeli lainnya, kupikir pasti ada nomor HP anak-anak sekolah. Aku pun mencatat di HP ku beberapa nomor.

Setelah kembali ke Banjarmasin aku mencoba sms nomor-nomor itu dan ternyata memang anak sekolah Darul Ulum, aku pun menanyakan dia kelas berapa. Ehhh…dia ternyata kelas satu Aliyah, tidak kenal kayanya. Aku pun sms nomor lainnya, ternyata tepat sekali aku dapat nomor HP yang ku sms itu kelas tiga, kutanyakan padanya apa di kelasnya ada cewe yang bernama Yani, detail kusebutkan ciri-cirinya. Dia menjawab tidak ada, “yang ada hanya Yanti, orangnya imut”. Kupikir tidak mungkin, bukan dia orangnya. Terus kusuruh lagi untuk menanyakan kepada temannya, dia pun membalas sms. Dia menjelaskan sebenarnya orang yang bernama Yani itu, sudah berhenti saat kelas satu Aliyah. “Namanya Nur Aida Yani orangnya Cantik dan Manis lho..ucapnya dari sms. Dijelaskannya juga bahwa dia berhenti dan menurut teman-temannya dia ke Banjarmasin ikut berdagang “bawarung”. Yaa Allah, pantas aku mencari-cari di sekolah tidak pernah melihatnya lagi. Pikirku kenapa dia berhenti sekolah??? Dia di Banjarmasin, di mana??? Oh namanya Nur Aida Yani (NAY), namanya sangat indah sesuai dengan orangnya…sekarang aku akan menyebut namanya dihatiku dengan sebutan NAY. NAY aku selalu teringat kamu. Aku harus berusaha mencarimu.

=========================================

Maret 2008, aku masih di Banjarmasin sambil cari kerja aku dan temanku satu kampus buka usaha kecil-kecilan yaitu service Jual HP dan Pulsa. Sekarang aku sudah mempunyai pacar berinisial ERM yang mencintaiku dengan tulus dan dia tidak mengetahui tentang NAY karena kurahasiakan. Aku tak mau dia tahu yang bisa menyakiti perasaannya. Namun, demi Allah aku setiap hari masih teringat NAY yang manis itu. aku tak bisa melupakannya, bahkan setiap pikiran berhubungan dengan cinta atau cewe aku selalu teringat dengannya. Warung-warung di Banjarmasin sudah banyak aku lalui namun tidak ada juga aku melihat gadis manis itu. Aku juga sering jalan-jalan melewati kampungnya di Sungai Kupang untuk melihat-lihat saat hampir hari raya atau sesudahnya (siapa tahu dia ada karena pulang kampung saat hari raya), tapi aku juga tidak melihatnya. Aku seakan patah semangat, tak menemukan gadis pujaan hati. Aku tidak tahu lagi kemana dan dimana aku bisa mencari. Apa lagi yang harus aku lakukan??? Untuk berhenti memikirkannya aku tidak bisa. Untuk mencintai selain dia aku sangat sulit walaupun aku telah punya pacar. Aku berharap semoga Allah memberikanku jalan yang terbaik, jika ER merupakan jodohku.. mudahan dipercepat dalam pernikahan. Aku juga berdoa semoga NAY pujaan hati, kelak menjadi jodohku dunia akherat atau setidak-tidaknya aku dijodohkan di akherat. Amien…

 

Yaa Allah maafkan atas keterbatasan mencari cintaMu…

“Penglihatan sangatlah terbatas

bungaMu yang cantik sangat beraneka

yang memetik bunga-bunga dari tamanMu

mengadu keterbatasan tangan untuk memegang”[8]

 

Untuk NAY

 

wahai pujaan hatiku…

 

tiada keindahan selain mengingatmu

tiada ketenangan selain menyebut namamu dibibirku….

 

Dia yang matanya telah melihat keindahanmu

Dia ‘kan mati dalam kerinduan kepadamu”.[9]

 

 

Untuk ERM

Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu

Kan ku jadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku

NAMUN, takkan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupku[10]

Yang tlah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah…[11]

 

 

 

p4nd41n4y@gmail.com


 

[1] Kantin dekat sekolah

[2] Kue

[3] Sejenis ketupat tapi dibungkus segi empat dengan daun pisang

[4] Bahalat hari maksudnya bertenggang hari

[5] Disadur dari Muhammad Zakaria Al Kandahlawi dalam “Fadail Amal”

[6] ibid

[7] Pulang kampung

[8] Disadur dari Muhammad Zakaria Al Kandahlawi dalam “Fadail Amal

[9] ibid

[10] yang selalu dilanda rindu

[11] Lagu Kenangan Terindah from Samson Band

 

 =============================

Kupersembahkan untuk Gadis Manis “NAY”

harapan terbesarku adalah “semoga suatu saat kamu membaca ini”

 

==============================

cerita ini saya ikut lombakan dalam:

 

kontes
Penyelenggara : Arie
Didukung oleh : Seno

Klik dan dukung saya yach…. ^_^

Posted in Rindu | 7 Comments »